Perbandingan Sistem Administrasi Negara Tiongkok dan Yordania: Tinjauan Ideologi, Struktur, dan Modernisasi
Kata Kunci:
Administrasi Publik Komparatif, Tiongkok, Party-State, Monarki Konstitusional, Desentralisasi, Five-Year PlansAbstrak
Studi ini menganalisis perbandingan sistem administrasi negara Tiongkok dan Yordania berdasarkan latar belakang ideologi, struktur pemerintahan, infrastruktur politik, serta tantangan modernisasi yang dihadapi. Tiongkok menampilkan model party-state yang sangat terpusat di bawah kendali Partai Komunis Tiongkok (PKT), dicirikan sebagai authoritarian developmental state yang mengutamakan stabilitas politik untuk pembangunan. Legitimasi administrasi Tiongkok bersandar pada keberhasilan pembangunan ekonomi dan disiplin partai. Sebaliknya, Yordania merupakan monarki konstitusional yang memadukan legitimasi monarki tradisional dengan prinsip demokrasi modern, menciptakan hybrid system di mana Raja memegang otoritas strategis dan birokrasi sipil diwarnai pengaruh Barat. Analisis ini menunjukkan bahwa Tiongkok unggul dalam perencanaan jangka panjang yang terkoordinasi secara sentral melalui Five-Year Plans , namun menghadapi kritik terkait minimnya partisipasi publik dan isu hak asasi manusia. Sementara itu, Yordania berupaya menuju desentralisasi sejak 2015 untuk meningkatkan responsivitas layanan publik , meskipun terhambat oleh keterbatasan kapasitas lokal dan tekanan regional akibat gelombang pengungsi. Kedua negara juga aktif dalam digitalisasi administrasi; Tiongkok dengan fokus kontrol sosial dan integrasi kebijakan, sementara Yordania fokus pada efisiensi layanan dengan dukungan donor internasional. Perbandingan ini menegaskan bahwa tidak ada model administrasi universal, dan setiap negara menyesuaikan sistemnya dengan kebutuhan stabilitas, pembangunan, serta nilai politik yang dianut.
Unduhan
Referensi
Al-Khazaaleh, M. (2020). The Hashemite Monarchy and Political Legitimacy in Jordan. Amman: Jordan Center for Strategic Studies.
Al-Khazaaleh, M., & Bataineh, L. (2023). Public Administration Reform in Jordan: Challenges and Prospects. Journal of Middle Eastern Public Policy, 12(2), 45-62.
Chen, J., & Qian, L. (2022). Digital Governance and Public Administration in China: Opportunities and Risks. Beijing: China Social Sciences Press.
Christensen, T., & Lægreid, P. (2022). Authoritarian States and Public Administration: The Case of China. International Review of Administrative Sciences, 88(4), 765-783.
Guo, S., & Chen, H. (2021). Party-State Relations and Institutional Dualism in China. Journal of Chinese Political Science, 26(1), 13-29.
He, B., & Warren, M. (2021). Responsive Authoritarianism in China: Institutions and Public Engagement. Governance, 34(3), 557-574.
Huang, Y., & Sun, W. (2023). Anti-Corruption Campaigns and Bureaucratic Behavior in China. Asian Journal of Political Science, 31(1), 78-95.
Li, J. (2021). Civil Society and Political Participation in Contemporary China. Journal of Contemporary Asia, 51(5), 695-713.
Li, Y., & Xu, Z. (2021). Regional Inequality and Public Administration in China. Economic and Political Studies, 9(4), 522-540.
OECD. (2021). Public Governance Reform in Jordan. Paris: OECD Publishing.
OECD & World Bank. (2021). Decentralization and Local Governance in Jordan. Washington, DC: World Bank.
UNDP. (2022). Jordan Human Development Report: Responding to the Refugee Crisis. New York: UNDP.
Wu, X. (2022). Fragmented Authoritarianism and Local Governance in China. China Information, 36(2), 123-146.
Zhang, L. (2020). Mass Organizations and State-Society Relations in China. Journal of Contemporary China, 29(125), 201-219.8
Zhou, Y., & Tan, X. (2023). Five-Year Plans and Policy Implementation in China. Chinese Public Administration Review, 14(1), 55-72.





