Hubungan Riwayat Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Rongkop Kabupaten Gunungkidul Tahun 2025
Kata Kunci:
Kekurangan Energi Kronik, Stunting, BalitaAbstrak
Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang dengan nilai z-score di bawah -2 SD (Novayanti et al., 2021). Dalam jangka pendek, stunting dapat menyebabkan penurunan kemampuan berpikir dan daya tahan tubuh, sedangkan dalam jangka panjang meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan stroke (Ernawati, 2020). Salah satu faktor yang berperan dalam kejadian stunting adalah riwayat Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil, yaitu kondisi dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) < 23,5 cm (Kemenkes, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat KEK pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rongkop Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 60 balita stunting dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari total 148 balita stunting. Data sekunder diperoleh dari aplikasi e-PPGBM dan buku register ibu hamil pada kunjungan pertama (K1). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 31 balita stunting (51,7%) memiliki ibu dengan riwayat KEK (LiLA < 23,5 cm), dengan 32,3% tergolong sangat pendek dan 67,7% pendek. Sedangkan pada ibu tanpa riwayat KEK, hanya 6,9% balita tergolong sangat pendek dan 93,1% pendek. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p = 0,014 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan antara riwayat KEK pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita. Dapat disimpulkan bahwa riwayat KEK pada ibu hamil berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Upaya pencegahan KEK pada ibu hamil perlu dioptimalkan karena status gizi ibu selama kehamilan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak hingga usia balita.
Unduhan
Referensi
Abi Nuibli, & Suitarto. (2023). Status gizi ibu hamil dan hubungannya dengan berat badan lahir bayi. Jakarta: Pustaka Medika.
Achjar, A., et al. (2024). Dampak jangka panjang Stunting terhadap perkembangan anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 123–130.
Apriningtyas, S., et al. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 10(1), 45–52.
Dinas Kesehatan DIY. (2022). Profil Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2022. Yogyakarta: Dinas Kesehatan DIY.
Dinas Kesehatan Gunungkidul. (2023). Laporan Tahunan Kesehatan Ibu dan Anak Kabupaten Gunungkidul Tahun 2023. Gunungkidul: Dinas Kesehatan Gunungkidul.
Damayanti, R. (2021). Stunting dan pengaruhnya terhadap kualitas sumber daya manusia. Jurnal Gizi Indonesia, 9(3), 201–209.
Ernawati, A. (2020). Stunting dan implikasinya terhadap kesehatan masyarakat. Yogyakarta: Deepublish.
Ismawati, N., et al. (2021). Hubungan Kekurangan Energi Kronik (KEK) ibu hamil dengan kejadian Stunting pada balita. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(2), 87–93.
Jannah, M., & Nadimin. (2021). Hubungan riwayat KEK ibu dengan kejadian Stunting pada balita di Kelurahan Pettudadei Kecamatan Turikale. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(1), 34–42.
Kemenkes RI. (2019). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2023). Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Khoiriyah, A., & Ismarwati, I. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian Stunting pada anak usia 2–5 tahun. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 14(1), 56–64.
Maulina, S., et al. (2021). Hubungan status gizi ibu dengan kejadian Stunting pada anak usia 2–5 tahun. Jurnal Kesehatan, 12(2), 77–84.
Marlina, D., et al. (2025). Keterkaitan riwayat KEK ibu hamil dengan kejadian Stunting pada balita usia 0–59 bulan. Jurnal Gizi dan Kesehatan Reproduksi, 11(1), 44–53.
Moh, S. (2023). Pendidikan dan status ekonomi sebagai determinan kesehatan ibu dan anak. Jurnal Pembangunan Manusia, 7(2), 102–112.
Munira, L. (2023). Profil Stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2022. Laporan Dinas Kesehatan DIY.
Nicholls-Deimpsley, H., et al. (2023). Socioeconomic factors and maternal nutrition: their role in child Stunting prevention. Global Health Journal, 18(4), 229–237.
Novayanti, D., et al. (2021). Hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian Stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(1), 13–20.
Nurdiyanti, E., et al. (2024). Tinggi badan ibu sebagai indikator status kesehatan lintas generasi. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 14(3), 112–120.
Oktifasari, N., et al. (2022). Pentingnya asupan gizi tambahan bagi ibu hamil untuk pencegahan Stunting. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 10(4), 187–195.
Rahayuningsih, S. (2023). Peran 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam pencegahan Stunting. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 12(2), 91–98.
Ramadhaniah, F., et al. (2022). Status gizi ibu hamil dan hubungannya dengan pertumbuhan janin. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 10(1), 55–62.
Seityorini, D., et al. (2023). Hubungan KEK pada ibu hamil dengan status gizi bayi baru lahir. Jurnal Gizi dan Kebidanan, 9(1), 22–30.
Sholeiha, M. (2023). Perbedaan kebutuhan gizi berdasarkan jenis kelamin pada balita Stunting. Jurnal Gizi Anak Indonesia, 8(2), 66–74.
WHO. (2022). World Health Organization Global Nutrition Report 2022. Geneva: WHO





