“Fixie Bike Culture”Antara Olahraga, Seni dan Ekspresi Diri
Kata Kunci:
Fixie, Budaya Urban, Gaya Hidup, Olahraga, Ekspresi DiriAbstrak
Fenomena sepeda fixie atau fixed gear bicycle kembali menarik perhatian generasi muda urban di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengapa fixie menjadi populer kembali serta bagaimana perannya dalam konteks olahraga, seni, dan ekspresi diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yaitu dengan mengumpulkan data dari artikel, jurnal ilmiah, berita daring, dan dokumentasi komunitas pengguna fixie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fixie tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai simbol gaya hidup modern dan media ekspresi diri anak muda. Dari aspek sosial dan budaya, fixie merepresentasikan identitas dan kreativitas penggunanya; dari segi ekonomi, fixie menjadi peluang usaha seperti jasa kurir sepeda; sementara dari sisi olahraga, fixie memberikan manfaat kebugaran dan kesadaran akan hidup sehat. Kesimpulannya, fixie merupakan perpaduan antara olahraga, seni, dan gaya hidup yang mencerminkan karakter aktif, kreatif, dan ramah lingkungan di kalangan generasi muda perkotaan Indonesia.
Unduhan
Referensi
Arifianto, D. (2021). Fenomena Sepeda Fixie Sebagai Gaya Hidup Urban di Indonesia. Jurnal Sosial dan Budaya, 8(2), 45–53.
Hadi, R. (2020). Kebangkitan Tren Sepeda Fixie di Kalangan Anak Muda Perkotaan. Kompasiana.
Rahmat, H. (2022). Westbike Messenger Service Kurir Sepeda Fixie Ramah Lingkungan di Jakarta. Urban Cycling Magazine.
Santosa, Y. (2021). Manfaat Olahraga Bersepeda Fixie bagi Kesehatan Tubuh. Jurnal Kesehatan Olahraga Indonesia, 6(1), 32–39.
Saputra, A., & Ningsih, D. (2020). Subkultur Urban dan Ekspresi Diri Melalui Sepeda Fixie. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 5(3), 122–130.
Wibowo, T. (2019). Tren Sepeda Fixie dan Pengaruh Media Sosial terhadap Gaya Hidup Generasi Muda. Jurnal Media dan Masyarakat, 4(2), 76–84.





