Diplomasi Budaya Batik Jayanti dalam Promosi Budaya Batik Indonesia di Jepang Pada Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.70294/tx3x5g03Keywords:
Diplomasi Budaya, Promosi Budaya, BatikAbstract
Diplomasi budaya merupakan salah satu instrumen hubungan internasional yang digunakan untuk memperkenalkan identitas dan budaya suatu negara kepada masyarakat internasional. Batik sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO pada tahun 2009 memiliki peran penting dalam promosi budaya Indonesia di tingkat global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diplomasi budaya Batik Jayanti dalam promosi budaya batik Indonesia di Jepang tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Batik Jayanti sebagai aktor non-negara dalam diplomasi budaya Indonesia melalui promosi batik di Jepang tahun 2025. Analisis dalam penelitian ini menggunakan konsep diplomasi budaya untuk memahami peran Batik Jayanti sebagai aktor non-negara dalam memperkenalkan identitas budaya Indonesia di Jepang. Dalam pelaksanaannya, promosi budaya menjadi salah satu strategi yang digunakan Batik Jayanti melalui pengenalan motif khas Kabupaten Malang dan unsur Garudeya sebagai representasi nilai budaya lokal dalam kegiatan internasional, khususnya Osaka Expo 2025.
Unduhan
References
Arndt, R. T. (2005). The First Resort of Kings: American Cultural Diplomacy in the Twentieth Century. Washington, DC: Potomac Books.
Bappenas. (2025). Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka: Sebuah Perjalanan Melintasi Alam, Budaya, dan Masa Depan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. https://expo2025indonesia.bappenas.go.id/indonesia-pavilion
Cull, N. J. (2008). Public Diplomacy: Taxonomies and Histories. The ANNALS of The American Academy of Political and Social Science, 616(1), 31–54. https://doi.org/10.1177/0002716207311952
Cull, N. J. (2009). Public Diplomacy: Lessons from the Past. Los Angeles: Figueroa Press.
Cummings, M. C. (2003). Cultural Diplomacy and the United States Government: A Survey. Washington, DC: Center for Arts and Culture.
Ihsan, M. N., Nugroho, D., Putriani, D., Susanto, J., & Aditya, E. (2016). ICB (Indonesian Culture in Batik): Usaha Batik Kreatif Bermotif Budaya-Budaya Indonesia. Pelita: Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY, 11(1).
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2025). Batik Indonesia Kian Diminati Dunia, Ekspor Naik 76 Persen di Awal 2025. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. https://ikm.kemenperin.go.id/hari-batik-nasional-2025-kemenperin-ybi-dorong-perajin-terapkan-inovasi
Meliono, I. (2014). Batik dan Industri Kreatif: Sebuah Proses Kreativitas Manusia dalam Kajian Studi Humaniora. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 4(2).
Melissen, J. (Ed.). (2005). The New Public Diplomacy: Soft Power in International Relations. New York: Palgrave Macmillan.
Nye, J. S. (2004). Soft Power: The Means to Success in World Politics. New York: Public Affairs.
Nye, J. S. (2008). Public Diplomacy and Soft Power. The ANNALS of The American Academy of Political and Social Science, 616(1), 94–109.
Purwasito, A., & Kartinawati, E. (2019). Diplomasi Budaya sebagai Instrumen Hubungan Internasional. Jurnal Hubungan Internasional.
Sutiyono. (2013). Batik dan Identitas Budaya Indonesia. Yogyakarta: Kanwa Publisher.
UNESCO. (2009). Indonesian Batik: Intangible Cultural Heritage of Humanity. Paris: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
World Expo Osaka. (2025). Indonesia Pavilion Expo 2025 Osaka: Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future. Osaka: Expo 2025 Osaka.





