Penerapan Metode Multisensori Meningkatkan Kemampuan Membaca Bahasa Indonesia Siswa Kelas 3 Mengalami Slow Learning
DOI:
https://doi.org/10.70294/2tm77177Keywords:
Metode Multisensori, Kemampuan Membaca, Slow Learning, Kualitatif DeskriptifAbstract
Kemampuan membaca pada jenjang kelas 3 Sekolah Dasar merupakan fase transisi krusial dari learning to read menuju reading to learn. Namun, di SD Muhammadiyah 01 Pekanbaru ditemukan fenomena di mana 15 siswa kelas 3 teridentifikasi mengalami slow learning (lambat belajar) dengan hambatan berupa kesulitan mengenali huruf, mengeja kata, serta memiliki rentang perhatian yang sangat pendek. Pembelajaran konvensional yang verbalistik dinilai kurang efektif dalam mengakomodasi kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai proses penerapan metode multisensori berbasis VAKT (Visual, Auditori, Kinestetik, dan Taktil) dalam meningkatkan kemampuan membaca Bahasa Indonesia pada siswa slow learner, yang mencakup perencanaan guru, respons perilaku siswa, serta kendala beserta solusi di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif studi kasus. Data dihimpun melalui teknik observasi langsung selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia, wawancara mendalam bersama guru kelas serta siswa terkait, dan diperkuat dengan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dirancang dengan mengintegrasikan media konkret yang bervariasi seperti kartu huruf, papan flanel, dan media pasir. Penerapan komponen VAKT secara simultan terbukti mampu menjembatani hambatan kognitif siswa, mengaktifkan memori jangka panjang melalui keterlibatan sensorik, serta meningkatkan fokus dan partisipasi aktif siswa slow learner. Kendala utama berupa keterbatasan manajemen waktu dan pembagian fokus guru dapat diatasi melalui pemberian bimbingan khusus yang adaptif serta repetisi materi secara konsisten.
Unduhan
References
Abidin, Y. (2019). Analisis Teori Kemampuan Membaca dan Literasi Sekolah. Bandung: Rizqi Press.
Budi, A. (2023). Pendekatan VAKT dalam mengakomodasi gaya belajar anak berkebutuhan khusus. Jurnal Inklusi Pendidikan, 11(2), 112–125.
Davis, M. (2025). Working Memory and Cognitive Fatigue in Slow Learners. London: Academic Press.
DePorter, B., & Hernacki, M. (2018). Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Jakarta: Kaifa.
Deprizon, D., Salman, S., & Ramadhan, N. (2021). Urgensi pendidikan dasar dalam membentuk fondasi kemampuan akademik masa depan. Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 4(2), 89–102.
Deprizon, D., Nasution, H., & Salman, S. (2024). Rekonstruksi nilai-nilai Quranic dalam mencari ilmu pengetahuan di sekolah dasar islam. Jurnal Studi Islam Terpadu, 7(1), 12–25.
Hasanah, N., & Fitri, R. (2024). Intervensi multisensori berbasis VAKT pada kemampuan membaca anak slow learner. Jurnal Inklusi Pendidikan, 11(1), 45–56.
Karinah, L., & Salman, S. (2024). Penerapan edukasi digital sebagai strategi media pembelajaran terstruktur untuk mereduksi beban kognitif anak lambat belajar. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 11(2), 134–148.
Luthfiyyah, Z., & Salman, S. (2024). Regulasi diri dan peran pendidik dalam menjembatani kecerdasan emosional dengan ketekunan tugas literasi anak. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(4), 302–315.
Nengsi, S., dkk. (2021). Karakteristik dan hambatan neurologis pada kemampuan membaca siswa slow learner. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(3), 142–155.
Primasari, I., & Supena, A. (2021). Penerapan metode multisensori untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa disleksia di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 180–195.
Rahim, F. (2018). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Rahmawati, E. (2024). Desain pengalaman multisensori membangun koneksi saraf pada anak. Jurnal Perkembangan Anak, 10(1), 12–25.
Rohmani, R., Apriza, B., & Mahendra, Y. (2021). Pengembangan gim kuis edukasi suplemen buku ajar pengantar dasar IPA berbasis website. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 7(2), 194–208. doi.org
Salman, S. (2024). Integrasi kemampuan membaca komprehensif dalam membentuk kecakapan berpikir kritis peserta didik. Jurnal Pengkajian Literasi Indonesia, 9(1), 15–29.
Salman, S. (2025). Pembinaan dan penguatan kompetensi pedagogis berkelanjutan bagi guru dasar muhammadiyah kota pekanbaru dalam standardisasi metode pengajaran dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Muhammadiyah, 6(1), 70–84.
Tarigan, H. G. (2015). Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Utari, D., dkk. (2025). Strategi multisensori dalam pembelajaran berdiferensiasi mengatasi keterlambatan membaca. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 9(1), 88–99.
Vina, A., & Endah, M. (2025). Transisi literasi membaca dari learning to read menuju reading to learn siswa kelas 3 sekolah dasar. Jurnal Kajian Pedagogik, 14(2), 201–215.





