THE USE OF JARGON IN THE COMMUNICATION OF THE BLOODS AND FIRE DEPARTMENT GROUPS IN GTA V ROLEPLAY
DOI:
https://doi.org/10.70294/nx9xfd25Keywords:
GTA V roleplay, identitas sosial, jargon, komunitas virtual, relasi kekuasaanAbstract
Penelitian ini membahas jargon yang digunakan dalam komunitas Bloods dan Fire Department pada permainan GTA V Roleplay dengan merujuk pada teori jargon Brown dan Attardo sebagaimana dikutip dalam Altemen dan Abbas (2021) serta teori bentuk jargon menurut Adawiyah, Murtadlo, dan Purwanti (2021), yang mengelompokkan jargon ke dalam bentuk kata, frasa, klausa, dan kalimat. Penggunaan jargon dalam lingkungan virtual dipandang sebagai fenomena kebahasaan yang kompleks, yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan identitas sosial dan representasi relasi kekuasaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk jargon yang digunakan oleh anggota komunitas Bloods dan Fire Department dalam GTA V Roleplay serta mendeskripsikan bagaimana penggunaan jargon tersebut merepresentasikan identitas sosial dan relasi kekuasaan dalam komunitas virtual tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan secara purposif dari interaksi forum roleplay GTA V dan log obrolan permainan, kemudian dianalisis menggunakan teori bentuk jargon dan ditafsirkan melalui kerangka bahasa dan identitas Bucholtz dan Hall (2005). Hasil penelitian mengidentifikasi 40 ungkapan jargon yang dikategorikan menjadi 12 kata, 15 frasa, 5 klausa, dan 8 kalimat, dengan frasa sebagai bentuk yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan jargon dalam komunitas Bloods dan Fire Department memfasilitasi komunikasi internal, memperkuat identitas kelompok, menumbuhkan kohesi antaranggota, dan menetapkan batasan sosial antara anggota komunitas dan pihak luar dalam lingkungan virtual permainan GTA V Roleplay.
Penelitian ini membahas jargon yang digunakan dalam komunitas Bloods dan Fire Department pada permainan GTA V Roleplay dengan merujuk pada teori jargon Brown dan Attardo sebagaimana dikutip dalam Altemen dan Abbas (2021) serta teori bentuk jargon menurut Adawiyah, Murtadlo, dan Purwanti (2021), yang mengelompokkan jargon ke dalam bentuk kata, frasa, klausa, dan kalimat. Penggunaan jargon dalam lingkungan virtual dipandang sebagai fenomena kebahasaan yang kompleks, yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan identitas sosial dan representasi relasi kekuasaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk jargon yang digunakan oleh anggota komunitas Bloods dan Fire Department dalam GTA V Roleplay serta mendeskripsikan bagaimana penggunaan jargon tersebut merepresentasikan identitas sosial dan relasi kekuasaan dalam komunitas virtual tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan secara purposif dari interaksi forum roleplay GTA V dan log obrolan permainan, kemudian dianalisis menggunakan teori bentuk jargon dan ditafsirkan melalui kerangka bahasa dan identitas Bucholtz dan Hall (2005). Hasil penelitian mengidentifikasi 40 ungkapan jargon yang dikategorikan menjadi 12 kata, 15 frasa, 5 klausa, dan 8 kalimat, dengan frasa sebagai bentuk yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan jargon dalam komunitas Bloods dan Fire Department memfasilitasi komunikasi internal, memperkuat identitas kelompok, menumbuhkan kohesi antaranggota, dan menetapkan batasan sosial antara anggota komunitas dan pihak luar dalam lingkungan virtual permainan GTA V Roleplay.
Unduhan
References
Adawiyah, R., Murtadlo, A., & Purwanti, P. (2021). Analisis jargon Valentino Simanjuntak pada pertandingan sepak bola Indonesia vs Thailand AFF U16 Championship 2018: Tinjauan sosiolinguistik. Jurnal Bahasa, Sastra, Seni Dan Budaya, 5(2), 394–403.
Altemen, A., & Abbas, F. (2021). Analyzing the translation of jargon in civil engineering texts via Google Translate. Scientific Refereed Journal, 17(68), 1024–1025.
Arinal, V., & Purnomo, B. S. (2023). Optimasi metode decision tree menggunakan particle swarm optimization untuk analisis sentimen review game GTA V Roleplay. Jurnal Sains Dan Teknologi, 5(1), 457–461. https://doi.org/10.55338/saintek.v5i1.1371
Bernathan Adiyatma, A. Z. (2023). Konstruksi identitas virtual pada pemain Grand Theft Auto San Andreas pada komunitas roleplay Lunarpride. Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(8).
Bucholtz, M., & Hall, K. (2005). Identity and interaction: A sociocultural linguistic approach. Discourse Studies, 7(4–5), 585–614. https://doi.org/10.1177/1461445605054407
Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Cetakan ke-4). Rineka Cipta.
Elyasil, N. S. (2017). Film Straight Outta Compton: Kajian wacana resistensi dan analisis framing.
Faydhullah, M., Rozelin, D., Mukhlisa, D., Sultan, U., & Jambi, T. S. (2022). Military jargon in Point Blank video game: Semantic analysis. NAZHARAT: Jurnal Kebudayaan.
Lutfiah, V., & Sudarwati, E. (2021). Jargon used on TikTok check: Language variation revisited. Jurnal Kata, 5, 360–371. https://doi.org/10.22216/kata.v5i2.457
Novrianti, F. O., Dwinka Lestari, N., Mahdiansyah, V., Tri, L., & Sembiring, A. (2023). An analysis of jargon in the Mobile Legend online games. JOEPALLT, 11. https://jurnal.unsur.ac.id/jeopallt
Rahmatiah, R., Wiroto, D. W., Husain, N., Taan, H., & Iskandar, A. M. (2023). Cohesiveness as a symbolic power of Mobile Legends online game community. Jurnal Ilmu Sosial, 22(1), 97–120. https://doi.org/10.14710/jis.22.1.2023.97-120
U.S. Fire Administration. (2013). Handbook for EMS medical directors: Fire department.
Wibowo, B., Wulandari, S., & Putri, K. (2022). An analysis of English jargon used in MasterChef Indonesia Season 8. Education and Linguistics Knowledge Journal, 4(2), 89–109. https://doi.org/10.32503/edulink.v4i2.2949
Zakaria, M. H. F., Ali, A., & Aziz, A. (2022). Online gaming: Exploratory of the communication process and current scenario of virtual community development. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 12(11), 2369–2382. https://doi.org/10.6007/IJARBSS/v12-i11/14739





