Evaluasi Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Penggunaan Obat Tanpa Resep Dokter di Desa Toronan Dusun Tengah Kecamatan Pamekasan
DOI:
https://doi.org/10.70294/y86kt122Keywords:
Pengetahuan, Sikap, Swamedikasi, Obat tanpa Resep Dokter, MasyarakatAbstract
Penggunaan obat tanpa resep dokter atau swamedikasi merupakan salah satu upaya yang sering dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan. Namun, praktik tersebut dapat menimbulkan risiko apabila tidak didukung oleh pengetahuan dan sikap yang baik mengenai penggunaan obat yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat tanpa resep dokter di Desa Toronan Dusun Tengah, Kecamatan Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 100 responden berusia 17–60 tahun yang pernah melakukan swamedikasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, yaitu sebanyak 68 responden (68%), kategori cukup sebanyak 24 responden (24%), dan kategori kurang sebanyak 8 responden (8%). Sikap terhadap penggunaan obat tanpa resep dokter juga didominasi oleh kategori positif, yaitu sebanyak 72 responden (72%), sedangkan 28 responden (28%) memiliki sikap negatif. Instrumen penelitian dinyatakan valid dengan nilai r hitung 0,350–0,728 lebih besar dari r tabel 0,197, serta reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,780. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas masyarakat Desa Toronan Dusun Tengah memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap penggunaan obat tanpa resep dokter. Meskipun demikian, masih terdapat sebagian masyarakat yang memiliki pengetahuan dan sikap yang kurang, sehingga diperlukan upaya edukasi berkelanjutan oleh tenaga kesehatan, khususnya apoteker, untuk meningkatkan penggunaan obat secara rasional.
Unduhan
References
Aulia, Nurul. Gambaran Studi Penggunaan Obat Tanpa Resep di Desa Lagam Kecamatan Lapok Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Yogyakarta; 2020.
Amedeo, Laurensius. Perilaku Swamedikasi [internet]. Lampung; 2020. Availabel From : https://akper-sandikarsa.ejournal.id/JIKSH/article/download/405/297/
Aat ruchiat nugraha, 2016. Pengaruh terpaan iklan obat non resep dengan sikap masyarakat (studi regresi sederhana mengenai terpaan iklan obat-obat non resep yang tayang pada televisi dengan sikap masyarakat terhadap keputusan pembelian). Sept.
Azwar, S. (2020). Reliabilitas dan validitas (Edisi ke-4). Pustaka Pelajar.
Badan Pusat Statistik. Persentase Penduduk yang Mengobati Sendiri selama sebulan terakhir (persen), 2019-2021. Jakarta; 2022.
BPOM RI. (2022). Pedoman penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Candradaewi, s.f., kristina, s.a., 2017b. Gambaran pelaksanaan swamedikasi dan pendapat konsumen apotek mengenai konseling obat tanpa resep di wilayah bantul. Pharmaciana 7, 41. Https://doi.org/10.12928/pharmaciana.v7i 1.5193.
Dwi, Syahputri. Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dengan Tindakan Pemakaian Obat Resep Dokter dan Tanpa Resep Dokter Di Kelurahan Kota Maksum II Kecamatan Medan Area. Medan; 2017.
Fenny silviana rizal, i.g., natanael nugroho, 2019. Faktor keputusan konsumen dalam memilih obat bebas di provinsi dki jakarta. 2019 2, 44–45.30.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26 (Edisi ke-10). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hermawati, D., Purwanti, L., & Kurniawati, N. (2022). Gambaran pengetahuan dan perilaku swamedikasi masyarakat desa di Kabupaten Jember. Jurnal Farmasi Komunitas, 9(2), 45–54. https://doi.org/10.20473/jfk.v9i2.2022.
Holt, A. R., & Roman, R. (2021). Health literacy and self-medication: The role of formal education in safe over-the-counter drug use. Journal of Health Education Research & Development, 39(4), 112–120.
Kasibu, s.d.g., 2017. Program studi pendidikan dokter fakultas kedokteran universitas sumatera utara 2017 65.
Lestari, P., & Hadisaputro, S. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan efek samping obat pada praktik swamedikasi masyarakat pedesaan di Jawa Tengah. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(1), 33–42.
Notoadmojo, S. (2020). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku (Edisi revisi). Rineka Cipta.
Putri Anggreini, dkk. Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Oleh Ibu-ibu di Kelurahan Tamansari Kota Bandung [internet]. Bandung; 2019. Availebel From : http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/jiks.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-3). Alfabeta.
Sari, R. K., & Rahmawati, F. (2021). Hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan swamedikasi pada masyarakat desa di Kabupaten Pamekasan. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 11(2), 88–96. https://doi.org/10.22435/jki.v11i2.4321.
Suherman, H. dan Febrina, D. 2018. Pengaruh Faktor Usia, Jenis Kelamin, Dan Pengetahuan Terhadap Swamedikasi Obat. Jurnal Viva Medika. Edisi Khusus Seri 2, Hlm: 94-108.
Sugiyono, 2016, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,dan R&D Alfabeta, Jakarta.
Tanaem, m.i., 2018. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi di rt.02 rw.03 desa manufui kecamatan santian kabupaten timor tengah selatan ( tts ) karya tulis ilmiah 71.
Zulkarni. R, dkk. Perilaku masyarakat dalam Swamedikasi Obat Tradisional dan Modern di Kelurahan Sapiran Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Kota Bukit Tinggi [interet]. Bukit Tinggi; 2019. Availabel From: https://ejurnal.stikesprimanusantara.ac.id.





