Konstruksi Model Wasatiyyah al-Tarbiyah al-Islamiyah dalam Penguatan Karakter Santri
DOI:
https://doi.org/10.70294/t8c1y238Keywords:
Wasatiyyah al-Tarbiyah al-Islamiyah, Pendidikan Karakter, Santri, Pesantren, Moderasi BeragamaAbstract
Tantangan era globalisasi dan arus informasi digital membawa ancaman marjinalisasi moral dan penetrasi paham ekstrem di kalangan generasi muda, sehingga mendesak hadirnya penguatan karakter berbasis moderasi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi model Wasatiyyah al-Tarbiyah al-Islamiyah dalam kerangka penguatan karakter santri di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain pengembangan model (model development) yang mengombinasikan studi lapangan dan studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasif, dan analisis dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Uji keabsahan data ditempuh melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Formulasi konseptual-teologis Wasatiyyah al-Tarbiyah al-Islamiyah dibangun di atas nilai-nilai tawazun, tawasut, i'tidal, dan tasamuh yang mengubah paradigma doktrinal-monologis menjadi dialogis-inklusif; (2) Integrasi model terwujud secara holistik melalui penyelarasan kurikulum kitab kuning (turats) dengan pengetahuan umum serta sistem pengasuhan berbasis lingkungan pesantren (pesantren-based environment) selama 24 jam dengan keteladanan kiai sebagai pijakan utama; (3) Model ini berimplikasi signifikan terhadap pembentukan karakter santri yang memiliki kesalehan ganda (spiritual-individual dan sosial-kebangsaan), komitmen kebangsaan yang kokoh, serta ketahanan mental terhadap radikalisme. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kurikulum moderasi di lembaga pendidikan keagamaan kontemporer.
Unduhan
References
Al-Faqih, I. H. (2024). Implementasi nilai-nilai wasathiyah melalui pendidikan Islam. Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 4(2), 207–220.
Al-Qaradawi, Y. (2010). Al-Khasha'is al-'ammah lil Islam [Sifat-sifat umum Islam]. Maktabah Wahbah.
Alfi, M. A. (2026). Pendidikan karakter berbasis Islam moderat di pesantren. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(1), 35–48.
Azra, A. (2018). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium baru. Kencana.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren: Studi pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. LP3ES.
Hakim, N. (2025). Wasathiyah dalam kurikulum PAI terintegrasi: Analisis fenomenologi dan sosiologi. Jurnal Awaliyah, 9(1), 175–190.
Hamdan, H. (2025). Konsep pendidikan Islam wasathiyah (strategi mencegah sikap intoleransi, radikalisme dan terorisme). Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 14(2), 235–250.
Hannan, A. (2021). Wasathiyah Islam dan inklusivisme tarbiyah: Konstruksi epistemologi pendidikan Islam moderat. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 33–50.
Hasan, M., & Abidin, Z. (2024). Penanaman moderasi beragama di pondok pesantren berbasis tradisi dan teknologi informasi. At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam, 2(1), 690–705.
Hilmy, M. (2016). Whither Islamic radicalism in post-Suharto Indonesia? A historical inquiry into the rise of radical Islamism. Journal of Indonesian Islam, 10(2), 265–290.
Huda, M. M. (2024). Internalisasi nilai-nilai wasathiyah dan indikator moderasi beragama dalam lingkungan pesantren. At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam, 2(1), 695–710.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation (4th ed.). Jossey-Bass.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Muhaimin. (2012). Rekonstruksi pendidikan Islam: Dari sengkarut paradigma menuju reformasi pembelajaran. Rajawali Press.
Nuh, M., & Mu'ti, A. (2022). Desain pembelajaran wasathiyah di lembaga keagamaan: Dari konsep ke model operasional. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran Islam, 8(2), 99–118.
Riyanto, A. (2020). Dinamika globalisasi dan tantangan moralitas generasi muda di era digital. Jurnal Sosiologi Agama, 14(2), 145–162.
Siregar, M. I. (2024). Moderasi beragama dalam pendidikan agama Islam: Tantangan dan rekonstruksi karakter generasi muda. Edumulya: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 15–28.
Siroj, S. A. (2021). Islam Nusantara: Lembar sejarah, relevansi, dan tantangan wasathiyah di era modern. Imtiyaz.
Subchi, I., Zulkifli, Z., & Latif, M. (2022). Religious moderation in Indonesian higher education institutions: Trends and challenges. Journal of Indonesian Islam, 16(1), 89–114.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suwito. (2019). Pendidikan karakter berbasis tradisi keagamaan. Ar-Ruzz Media.
Syubaweh. (2019). Internalisasi nilai-nilai karakter santri di pondok pesantren. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(2), 110–125.
Tobroni. (2018). Memperbincangkan formulasi pendidikan Islam: Dari filosofis hingga praktis. UMM Press.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Zuhdi, M. (2018). Challenging moderate Muslims: Indonesia’s Muslim schools in the midst of religious conservatism. International Journal of Religious Education, 6(3), 211–228.





