Dari Teks Ke Tutur: Implementasi Pendekatan Storytelling dalam Mengembangkan Kemampuan Bercerita Berbahasa Arab Pada Mata Kuliah Muthala'ah
DOI:
https://doi.org/10.70294/g39f2h87Keywords:
Storytelling, Kemampuan Bercerita, Maharah Kalam, Muthala'ah, Bahasa ArabAbstract
Mata kuliah Muthala'ah dirancang untuk mengantarkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab melalui tahapan bertingkat, mulai dari membaca, menerjemahkan, dan menganalisis bentuk kata, hingga menceritakan kembali teks berbahasa Arab secara lisan. Namun dalam pelaksanaannya, mahasiswa cenderung pasif dan kesulitan menceritakan kembali cerita pendek berbahasa Arab meskipun telah memahami isi bacaan; mereka lebih dominan menghafal teks secara verbatim dibandingkan membahasakannya kembali dengan kalimat sendiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan storytelling dalam pembelajaran Muthala'ah, kontribusinya terhadap perkembangan kemampuan bercerita mahasiswa, serta kendala dan strategi yang muncul selama proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus partisipatif, di mana peneliti berperan sebagai dosen pengampu sekaligus partisipan-pengamat yang mengikuti dan mendokumentasikan proses pembelajaran secara langsung sepanjang satu semester berjalan. Subjek penelitian adalah 15 mahasiswa peserta mata kuliah Muthala'ah I. Data dikumpulkan melalui catatan lapangan dosen yang disusun pada setiap pertemuan, rekaman audio-visual sesi storytelling, wawancara semi-terstruktur dengan mahasiswa pada akhir semester, serta dokumen pendukung berupa RPS dan rekap penilaian, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan storytelling mendorong mahasiswa untuk secara bertahap meninggalkan pola menghafal dan mulai membahasakan cerita dengan kalimat sendiri, ditandai dengan kebiasaan mencari kosakata secara mandiri melalui kamus digital saat bercerita. Meskipun susunan kalimat yang dihasilkan belum sepenuhnya sesuai kaidah bahasa Arab, keberanian mahasiswa untuk bertutur secara mandiri menunjukkan perkembangan positif dari kemampuan reseptif menuju kemampuan produktif berbahasa Arab.
Unduhan
References
Azhari. (2024). Storytelling Sebagai Metode Pembelajaran Maharah Kalam. Al Mi'yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban.
Fahmi, B., & Rahmanudin, I. (2022). Implementasi Strategi Digital Story Telling (DST) dalam Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Kasus di SMP Arrifaie Gondanglegi Malang). Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 5057–5066.
Farhanah, N., Hassan, A., & Mamat, A. (2017). The Effects of Storytelling on Primary Students' Arabic Vocabulary Acquisition and Interest. IIUM Journal of Educational Studies, 5(2), 20–38.
Mahfudhoh, N., Yusuf, K., & Rohman, A. (2025). Peran Ilmu Nahwu-Sharf terhadap Kemampuan Tafsir Peserta MTQ Cabang Tafsir Bahasa Indonesia. Al Mi'yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 8(2), 688–696. https://doi.org/10.35931/am.v8i2.5652
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Minatul Azmi, M. P. (2019). Metode Storytelling Sebagai Solusi Pembelajaran Maharah Kalam di PKPBA UIN Malang. Sastra Arab, 69–86.
Musawar. (2019). Belajar Mudah Ilmu Sharaf. Mataram: Sanabil.
Pratama, E. S. (2025). Perkembangan Historis Ilmu Shorof: Analisis Kontribusi Ulama Kontemporer terhadap Sistematika Morfologi Bahasa Arab. Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 8(4).
Solehudin, M. (2025). Storytelling as a Pedagogical Tool in Arabic Language Teaching: Enhancing Speaking Skills. Kalamuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 6(2), 353–369.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Bandung: Alfabeta.





