Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Peternakan Sapi Bergulir di Desa Pasir Garam Kecamatan Simpangkatis

Authors

  • Wijaya Universitas Bangka Belitung Penulis
  • Aimie Sulaiman Universitas Bangka Belitung Penulis
  • Tiara Ramadhani Universitas Bangka Belitung Penulis

DOI:

https://doi.org/10.70294/h5b0rs71

Keywords:

Sosiologi Pembangunan, Pemberdayaan Masyarakat, Modal Sosial, Program Sapi Bergulir, Transformasii Sosial

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena perbedaan keberhasilan program pembangunan di pedesaan, di mana program yang identik sering kali gagal di berbagai wilayah namun menunjukkan keberlanjutan yang nyata di Desa Pasir Garam. Berperspektif sosiologi pembangunan, penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemberdayaan masyarakat melalui Program Peternakan Sapi Bergulir serta mengungkap peran modal sosial sebagai penentu utama keberhasilan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, serta mengacu pada teori modal sosial Robert D. Putnam dan konsep pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi pemberdayaan tidak sekadar transfer aset ekonomi, melainkan proses transformasi struktur sosial yang mengubah posisi masyarakat dari objek pasif menjadi subjek aktif. Mekanisme perguliran berfungsi sebagai instrumen sosial yang memicu pembentukan jaringan sosial, penguatan norma timbal balik, dan tumbuhnya kepercayaan antarmasyarakat. Keberhasilan program tidak dibuktikan semata dari bertambahnya jumlah ternak, melainkan dari meningkatnya partisipasi, kapasitas, kemandirian, serta terjaminnya keberlanjutan kegiatan meskipun intervensi dari luar telah berkurang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal sosial merupakan fondasi utama yang mengubah bantuan materi menjadi kekuatan kolektif yang mampu mengelola sumber daya secara mandiri dan berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

References

Buku

Alfitri. (2011). Community development: Teori dan aplikasi. Pustaka Pelajar.

Anwas, O. M. (2014). Pemberdayaan masyarakat di era global. Alfabeta.

Arsyad, A. (2002). Media pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada.

Becker, H. S. (1970). Sociological work. Transaction Books.

Creswell, J. W. (2012). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Pustaka Pelajar.

Dwiningrum, S. I. A. (2014). Modal sosial dalam pengembangan pendidikan: Perspektif teori dan praktik. UNY Press.

Field, J. (2010). Modal sosial. Kreasi Wacana.

Fachruddin, I. (2009). Desain penelitian. Universitas Islam Negeri.

Hasan, M. I. (2002). Pokok-pokok materi metodologi penelitian dan aplikasinya. Ghalia Indonesia.

Hasbullah, J. (2006). Social capital: Menuju keunggulan budaya manusia Indonesia. MR-United Press.

Hikmat, H. (2006). Strategi pemberdayaan masyarakat. Humaniora Utama Press.

Jujun S. Suriasumantri. (1978). Filsafat ilmu: Sebuah pengantar populer. Sinar Harapan.

Kariyasa, K. (2005). Peran tanaman pakan ternak sebagai tanaman konservasi dan penutup tanah di perkebunan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.

Kartasasmita, G. (1996). Pemberdayaan masyarakat: Konsep pembangunan yang berakar pada masyarakat. DPD Tk. I.

Kimbal, R. W. (2015). Modal sosial dan ekonomi industri kecil: Sebuah studi kualitatif. Deepublish.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2015). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Noor, J. (2011). Metodologi penelitian. Kencana.

Prayitno, H., & Santoso, B. (1996). Ekonomi pembangunan. Ghalia Indonesia.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.

Rusdiyana, E., dkk. (2022). Dinamika pembangunan pedesaan dan pertanian. Yayasan Kita Menulis.

Soetomo. (2011). Pemberdayaan masyarakat: Mungkinkah muncul antitesisnya. Pustaka Pelajar.

Subagiyo, R. (2013). Metode penelitian. CV Jaudar Press.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi (Mixed methods). Alfabeta.

Suharto, E. (2014). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Refika Aditama.

Sulaeman, E. S. (2012). Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan: Teori dan implementasi. Gadjah Mada University Press.

Sulistiyani, A. T. (2004). Kemitraan dan model-model pemberdayaan. Gava Media.

Susilorini, T. E., dkk. (2008). Budi daya 22 ternak potensial. Penebar Swadaya.

Vipriyanti, N. U. (2018). Modal sosial dan pembangunan wilayah: Mengkaji success story pembangunan di Bali. Unmas Press.

Jurnal dan Skripsi

Baroroh, U. (2017). Pemberdayaan ekonomi perempuan pemulung dan buruh cuci di Ngablak Kidul Muktiharjo Pedurungan Semarang [Skripsi, UIN Walisongo Semarang].

Bhandari, H., & Yasunobu, K. (2009). What is social capital? A comprehensive review of the concept. Asian Journal of Social Science, 37(3).

Carina. (2017). Analisis penerapan modal sosial pada PT. Indrayasa Migasa [Skripsi, Petra Christian University].

Choiria, I., Hanafi, I., & Rozikin, M. (2015). Pemberdayaan masyarakat desa hutan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat. Jurnal Administrasi Publik (JAP), 3(12), 2112–2117.

Elly, F. H., Sinaga, B. M., Kuntjoro, S. U., & Kusnadi, N. (2008). Pengembangan usaha ternak sapi rakyat melalui integrasi sapi-tanaman di Sulawesi Utara. Jurnal Litbang Pertanian, 27(2).

Fathy, R. (2019). Modal sosial: Konsep, inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 6(1).

Firdaus, M., & Indarti, D. (2018). Kelompok ternak sapi potong. Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS, 4, 110–117.

Inayah. (2012). Peranan modal sosial dalam pembangunan.

Isbandi. (2004). Pembinaan kelompok petani ternak dalam usaha ternak sapi potong. Jurnal Indonesian Tropical Animal Agriculture, 29(2), 106–114.

Khoirin, N., dkk. (2014). Pemberdayaan masyarakat petani pisang di lahan kosong sekitar Bandara Ahmad Yani Semarang. LP2M.

Laura, N., Sari, R. D., Setiawan, I., & Herdiyanti, H. (2018). Peran modal sosial masyarakat dalam pengelolaan potensi alam sebagai strategi bertahan hidup di Dusung Limang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Society, 6(2), 74–82.

Putnam, R. D. (1993). The prosperous community: Social capital and public life. The American Prospect, 4(13).

Saheb, Y., Slamet, & Zuber, A. (2018). Peranan modal sosial bagi petani miskin untuk mempertahankan kelangsungan hidup rumah tangga di pedesaan Ngawi: Studi kasus di Desa Randusongo Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Jurnal Sosiologi, 2(1).

Suharto, E. (2007). Modal sosial dalam kebijakan publik. Dalam S. B. Sugeng & B. Susantyo (Ed.), Bunga rampai modal sosial dalam pembangunan sosial. Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial.

Susan, E. (2019). Manajemen sumber daya manusia. Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam.

Susanti, A. E. N., Ngadiyono, & Sumadi. (2015). Estimasi output sapi potong di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Peternakan Sriwijaya, 4(2).

Syahra, R. (2003). Modal sosial: Konsep dan aplikasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 5(1), 1–22.

Tamboto, H. J., & Manongko, A. A. C. (2019). Model pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir berbasis literasi ekonomi dan modal sosial.

Yekty, K. N., & Solovida, G. T. (2021). Pengaruh strategi kewirausahaan dan modal sosial terhadap kinerja keuangan serta non-keuangan melalui manajemen rantai pasokan berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi.

Website / Situs

Badan Pusat Statistik. (n.d.). Statistik daerah Kecamatan Simpang Katis.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka Tengah. (2024). Kabupaten Bangka Tengah dalam angka 2024.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka Tengah. (2025). Kabupaten Bangka Tengah dalam angka 2025.

Downloads

Published

2026-08-12

How to Cite

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Peternakan Sapi Bergulir di Desa Pasir Garam Kecamatan Simpangkatis. (2026). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 3(02). https://doi.org/10.70294/h5b0rs71