Modal Sosial Masyarakat Dalam Upaya Pengembangan Objek Wisata Bukit Gebang di Desa Nangka

Authors

  • Rustam Sudirman Universitas Bangka Belitung Penulis
  • Tiara Ramadhani Universitas Bangka Belitung Penulis
  • Hidayati Universitas Bangka Belitung Penulis

DOI:

https://doi.org/10.70294/2k5swk33

Keywords:

Modal Sosial, Masyarakat, Pengembangan, Objek Wisata, Bukit Gebang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan modal sosial masyarakat dalam upaya pengembangan Objek Wisata Bukit Gebang di Desa Nangka, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya aktivitas wisata dan kondisi beberapa fasilitas yang kurang terawat, sehingga diperlukan upaya pengembangan yang melibatkan Pemerintah Desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Pemerintah Desa, pengurus Pokdarwis, dan masyarakat yang terlibat dalam pengembangan Objek Wisata Bukit Gebang. Analisis penelitian menggunakan teori modal sosial Francis Fukuyama yang meliputi tiga unsur utama, yaitu kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial masyarakat memiliki peran dalam mendukung upaya pengembangan Objek Wisata Bukit Gebang. Kepercayaan terlihat melalui keterbukaan komunikasi, musyawarah, dan hubungan kerja sama antara Pemerintah Desa, Pokdarwis, Ketua RT, dan masyarakat. Norma sosial tercermin dalam nilai gotong royong, kepedulian, tanggung jawab bersama, dan rasa memiliki terhadap objek wisata. Sementara itu, jaringan sosial terlihat melalui hubungan dan koordinasi antara Pemerintah Desa, Pokdarwis, Ketua RT, dan masyarakat yang dilakukan melalui komunikasi langsung maupun grup WhatsApp. Modal sosial tersebut diwujudkan dalam tindakan kolektif masyarakat melalui kegiatan gotong royong, pembersihan kawasan, pemeliharaan sarana dan prasarana, penataan lingkungan, serta pembangunan tangga menuju area perbukitan. Upaya tersebut menunjukkan bahwa modal sosial menjadi sumber daya sosial yang mendukung keterlibatan masyarakat dalam pengembangan Objek Wisata Bukit Gebang secara partisipatif. Meskipun pengembangan masih dilakukan secara bertahap dan banyak bertumpu pada swadaya masyarakat, keberadaan kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial menjadi kekuatan dalam mendukung keberlanjutan pengembangan objek wisata.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

References

Fukuyama, F. (2002). Trust (Kebijakan sosial dan penciptaan kemakmuran). Qalam.

Moleong, L. J. (2012). Metode penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian manajemen. Alfabeta.

Setyawati, T. (2015). Modal sosial dalam pengembangan di Desa Wisata Tembi Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta).

Suri, D. M., Yogia, M. A., & Suyastri, C. (2023). Pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata dengan memanfaatkan modal sosial. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 12(3), 170–180.

Downloads

Published

2026-08-12

How to Cite

Modal Sosial Masyarakat Dalam Upaya Pengembangan Objek Wisata Bukit Gebang di Desa Nangka. (2026). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 3(02). https://doi.org/10.70294/2k5swk33