Rasionalitas Sosial Peziarah Makam Keramat Khotama Rassyid Desa Bakit Kecamatan Parittiga
DOI:
https://doi.org/10.70294/0hhng525Keywords:
Rasionalitas sosial, Kharisma, Ziarah kubur, Tindakan sosial, Max WeberAbstract
Ziarah kubur merupakan tradisi keagamaan yang tetap bertahan di tengah modernisasi, khususnya pada makam tokoh yang dianggap memiliki kharisma, seperti makam H. Khotama Rassyid di Desa Bakit, Kabupaten Bangka Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis pemaknaan subjektif kharisma dan rasionalitas sosial serta pembentukan pola perilaku berulang dikalangan peziarah ziarah kubur di makam tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif-interpretatif dan menggunakan teori tindakan sosial rasionalitas sosial perspektif Max Weber serta pendekatan verstehen Max Weber untuk memahami makna subjektif pelaku. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kharisma H. Khotama Rassyid dimaknai sebagai konstruksi sosial yang diwariskan melalui narasi lisan, garis keturunan, dan proses rutinisasi oleh juru kunci. Rasionalitas sosial peziarah teridentifikasi dalam empat tipe tindakan sosial Weber, yaitu rasionalitas instrumental (mencari rezeki, kesembuhan, jodoh), rasionalitas nilai (penghormatan religius dan tauhid), tindakan afektif (ketenangan batin, syukur), serta tindakan tradisional (kebiasaan keluarga turun-temurun). Keempat tipe tindakan tersebut saling berhubungan dan membentuk siklus sosial: kepercayaan terhadap kharisma mendorong ziarah, pengalaman spiritual yang diperoleh memperkuat keyakinan, lalu diceritakan kembali sehingga melahirkan pola perilaku ziarah yang berulang lintas generasi. Juru kunci berperan penting sebagai penjaga batas teologis agar praktik ziarah tidak bergeser ke arah kemusyrikan.
Unduhan
References
Breuilly, J. (2011). Max weber, Charisma and Nationalist leadership
Sari, R. (2021). PemaknaanZiarah Kubur Makam Keramat ( Studi kasus: Peziarah Makam Mbah Priok).
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Edisi Cetak I . Bandung: Alfabeta.
WIRAWAN, P. D. (n.d.). Teori - Teori Sosial dalam tiga paradigma fakta sosial, definisi sosial, dan perilaku sosial.
Wulandari. (2021). Interaksi Simbolik dalam Tradisi Among - Among di Desa Bawang Tirto Mulyo Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tulang Bawang.





