Strategi Regenerasi Kesenian Kuda Lumping Komunitas Karya Manunggal di Kelurahan Simpang Perlang

Authors

  • Eva Fauziah Universitas Bangka Belitung Penulis
  • Sujadmi Universitas Bangka Belitung Penulis
  • Herza Universitas Bangka Belitung Penulis

DOI:

https://doi.org/10.70294/b2sm3b51

Keywords:

Strategi Komunitas, Kuda Lumping, Partisipasi Lintas Generasi, Beragamitas Masyarakat, Pelestarian Budaya

Abstract

Kesenian Kuda Lumping merupakan warisan budaya masyarakat Jawa yang terus dipertahankan oleh komunitas perantau di Kelurahan Simpang Perlang, Kabupaten Bangka Tengah. Di tengah perkembangan zaman dengan latar belakang masyarakat yang berbeda-beda dan mulai menurunnya minat generasi muda terhadap kesenian tradisional, keberlanjutan kesenian ini tentunya menghadapi tantangan pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi regenerasi komunitas Kuda Lumping Karya Manunggal yang ada di Kelurahan Simpang Perlang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan tantangan yang memengaruhi keberhasilan regenerasi komunitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Komunitas Kuda Lumping Karya Manunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan pengurus komunitas, anggota komunitas, tokoh masyarakat, aparat kelurahan, serta masyarakat sekitar. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengorganisasian data, pengodean, penyajian data, dan interpretasi data berdasarkan model analisis kualitatif Creswell. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori praktik Pierre Bourdieu yang meliputi konsep habitus, modal, dan ranah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi regenerasi komunitas Kuda Lumping Karya Manunggal dilakukan melalui proses pewarisan nilai budaya secara berkelanjutan, pelibatan generasi muda dan anak-anak dalam kegiatan latihan dan pertunjukan, penguatan hubungan kekeluargaan antaranggota, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan regenerasi budaya. Keberhasilan regenerasi didukung oleh tingginya solidaritas komunitas, dukungan masyarakat dan pemerintah, serta adanya kebanggaan terhadap identitas budaya Jawa. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi perebdaan minat dan orientasi antargenerasi, keterbatasan waktu dan kesibukan anggota, beragamitas pandangan masyarakat, stigma masyarakat, dan pengaruh perkembangan tekonologi di era digital.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

References

Badan Pusat Statistik. (2021). Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020: Karakteristik Penduduk Indonesia. https://www.bps.go.id

Creswell, J. W. 2013. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Terjemahan Ahmad Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Naamy, Nazar. 2019. Metodologi Penelitian Kualitatif (Dasar-dasar & Aplikasinya). Mataram: Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah.

Taek, Petrus A. G., dkk. Upaya Pelestarian Tradisi Budaya Suku Matabesi Dalam Modernisasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 4(2): 2246-2255.

Linda, L. 2019. Kekuasaan dan Kepentingan Internal Lembaga: Kajian Arena Produksi Kultural Bourdieu (Studi Kasus Penerbit Bandar Publishing di Kota Banda Aceh). Aceh Anthropological Journal. 3(2): 112–126.

Listiani, W., Ahimsa-Putra, H. S., Simatupang, G. R. L., & Piliang, Y. A. 2013. Struktur Modal Pierre Bourdieu pada Pelaku Kreatif Grafis Fashion Bandung. ATRAT: Jurnal Seni Rupa. 1(1): 76-89.

R. Sari. 2024. Peran kesenian tradisional dalam meningkatkan identitas budaya masyarakat di era globalisasi. Journal of Cilpa.

Winarsih, S. 2020. Mengenal Kesenian Nasional 12: Kuda Lumping. Semarang: Alprin.

Downloads

Published

2026-08-11

How to Cite

Strategi Regenerasi Kesenian Kuda Lumping Komunitas Karya Manunggal di Kelurahan Simpang Perlang. (2026). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 3(02). https://doi.org/10.70294/b2sm3b51